Tampilkan postingan dengan label Design Interior. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Design Interior. Tampilkan semua postingan

Pewarnaan Interior Hemat Energi

UNTUK menyiasati pola hidup yang semakin tak ramah lingkungan, kini hadir teknologi pewarnaan interior dengan pigmen khusus yang sanggup memantulkan cahaya dari berbagai permukaan dinding. Karena itu, lupakan penggunaan cahaya lampu berlebih, rumah hemat energi pun siap dihuni.

Teknologi ini menciptakan warna lebih cerah pada ruangan, sehingga terkesan luas dan tak memerlukan banyak penerangan. Kesanggupannya memantulkan cahaya dua kali lebih banyak dapat membuat ruangan menjadi lebih luas dan cerah, meski hanya dibantu dengan cahaya lampu biasa.

Menanggapi pewarnaan dinding dengan teknologi tersebut, interior desainer Rizqi Fazar Taufiq dari PT Cipta Nuansa Habitat memaparkan pandangannya.

"Pemilihan warna tertentu memang dapat menimbulkan efek tertentu. Semisal bila ingin memberi kesan luas, pemilihan warna putih, beige, krem, dan kuning dapat digunakan. Secara psikologis pemilihan warna-warna tersebut dapat memberi efek luas, dan dengan sendirinya pemakaian pencahayaan pun dapat lebih dihemat," ucap Rizqi kepada okezone saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Jumat (12/9/2008).

Kendati lebih hemat saat malam hari, menurut Rizqi, pemilihan warna terang dapat membuat siang hari terasa terang dan cerah.

Masih menurut interior desainer lulusan Institut Teknologi Bandung ini, bagi mereka yang ingin memberi efek warna menekan, dapat memilih warna-warna gelap seperti hitam dan hijau karena warna tersebut cenderung menimbulkan efek wibawa. Sementara itu, bagi mereka yang ingin memberikan efek spirit lebih meningkat, warna merah dapat menjadi pilihan.

"Bila ingin mencoba memberi sentuhan lain, tone warna yang segar seperti biru, hijau, dapat membuat suasana lebih senang dan sejuk," papar pria ramah ini.

Kendati dapat memberikan sentuhan beda dalam setiap tatanannya, namun pemilihan warna yang digunakan harus diselaraskan dengan kesan yang ingin dihadirkan.

"Semua tergantung tema mau ke arah mana. Pemilihan warna-warna bisa disesuaikan dengan tema yang ingin dibentuk," paparnya.

Tak hanya itu, fungsi ruang yang digunakan pun harus disesuaikan dengan suasana yang ingin dibentuk. Sehingga pemilihan furnitur maupun aksesori yang ingin dibentuk pun dapat diselaraskan. (nsa-oz)

Sentuhan Seni Interior dengan Tapestry

DINDING yang polos tak hanya bisa "ditemani" lukisan atau foto. Bentangan kain tapestry yang sarat unsur etnik pun dapat menambah nilai estetis ruangan.

Tapestry lebih dari sekadar kain. Karakter tapestry lebih istimewa. "Karakter kain tapestry lebih punya konten dan nilai seni," ujar desainer interior Tony Sofian. Oleh karena itu, tapestry sebagai elemen interior memiliki kesan yang eksklusif. Apalagi jika kain tapestry tersebut ditenun atau merupakan hasil kerajinan tangan.

"Kain tapestry adalah kain tenunan yang umumnya terbuat dari serat organik seperti katun dari kapas atau dari wol (bulu domba)," jelas desainer interior Timothy Iddo Malachi atau akrab disapa Timmy. Tak heran, jika tapestry dapat menjadi benda seni yang terpampang manis sebagai penghias ruangan rumah Anda.

Menurut Tony, serat yang menjadi bahan kain tapestry pada prinsipnya adalah serat yang dianyam dan mulai banyak diproduksi sesuai permintaan konsumen. Tapestry sudah populer dan merupakan kerajinan tenun yang turun-temurun tereduksi menjadi applied use. "Maka, tapestry sebagai elemen interior umumnya dipajang sebagai elemen dekorasi dinding atau dihamparkan di atas sofa yang lebar," jelas Timmy, yang alumnus Universitas Trisakti Jakarta.

Bentuk kain tapestry umumnya persegi panjang dengan berbagai macam ukuran. Namun, biasanya tidak sebesar karpet lebar yang menjadi alas lantai. Ukuran tapestry paling besar sekitar 1,5 meter x 2 meter. "Ukuran ini terbatas disebabkan karena ukuran alat tenun yang memang tidak besar dan cenderung tradisional," tambah pria ramah yang juga aktif mengelola blog igloodesigndecor. multiply.com itu.

Lagi pula, ukuran tapestry memang harus disesuaikan dengan bidang dinding yang akan dilapisi tapestry. Ukuran kain kurang dari satu meter boleh saja dipasang karena jarang ada tapestry yang membentang sampai bawah.

Tapestry dapat berperan menghangatkan ruangan. "Selain estetis, benda seni punya fungsi lain yaitu melembutkan ruang," ucap Tony, alumnus Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB). Oleh karena itu, tapestry juga termasuk soft furnishing yang dapat digantung di hampir semua dinding ruangan. Kain yang menjadi jok sofa dan bantal kecil pemanis kursi merupakan contoh soft furnishing. Furnishing sendiri mengacu pada penutup, pelapis, atau penghias mebel atau interior.

Walaupun desain tapestry sangat bernapaskan nuansa etnik, soft furnishing yang satu ini sah-sah saja jika berada di rumah bergaya modern. "Sekarang tergantung kreativitas karena mau tabrak gaya juga bisa dari aspek warna dan kontennya," tutur Tony, yang menjabat posisi Design Director di PT Trivium Wastucitra Dipantara.

Untuk rumah modern yang simpel, tapestry sebagai elemen interior akan menonjol sehingga menjadi focal point dalam ruangan. Lain halnya jika tapestry berada di rumah bergaya tradisional. Anda harus pintar-pintar memadupadankan tapestry dengan elemen interior klasik yang lain.

"Takutnya tapestry akan ?terbanting' dengan benda seni lain yang ada di sekitarnya. Jadi perhatikan paduan warnanya," saran Tony.

Walau memiliki kesulitan tersendiri saat harus memadupadankannya ke dalam interior klasik, tapestry akan tetap tampak cantik asal Anda memperhatikan warna serta coraknya.
(sindo//tty)

Percantik Interior dengan Bunga

KEINDAHAN kuntum bunga tak hanya bisa ditampilkan di pekarangan. Interior rumah pun dapat memanfaatkan elemen dekoratif ini agar hunian semakin semarak.

Apakah rumah Anda penuh dengan pajangan dinding antik, hiasan keramik mahal dari China, atau kristal-kristal mewah dari Eropa? Benda-benda tersebut memang lazim diletakkan di dalam rumah sebagai pemanis dekorasi. Di samping itu, bunga pun sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk memperindah tampilan interior Anda. Tak perlu bunga dengan detail yang besar, bunga-bunga kecil dan mini juga tidak kalah menarik.

Sebuah rangkaian bunga yang indah dapat dijadikan focal point dan memberi kesegaran di dalam rumah. Dengan penataan yang tepat, bunga dapat mengentalkan suasana yang diinginkan. Seperti apakah nuansa warna ruangan rumah Anda? Terang ataukah gelap?

Menurut desainer interior Nara Sukmawati, warna bunga yang ingin digunakan sebagai penghias ruang harus disesuaikan dengan warna dominan ruang yang bersangkutan. Bila warna dinding atau furnitur di ruangan cenderung gelap, beri sentuhan lembut pada rangkaian bunga dengan warna terang. Gunakanlah bunga dengan warna-warna yang berani seperti merah atau kuning agar lebih menghidupkan suasana.

Warna bunga dapat menentukan nuansa yang ingin dihadirkan atau memberi pernyataan dalam sebuah ruangan. Seperti merah yang kuat dengan unsur romantis atau putih yang membantu memberi kesan bersih serta lega pada ruangan yang terlihat mungil.

Jenis bunga juga dapat disesuaikan dengan gaya rumah yang diusung. Misalnya rumah Anda mengusung gaya minimalis. Tak perlu menggunakan bunga yang terlalu berwarna, bahkan Anda bisa memanfaatkan rangkaian ranting berwarna cokelat saja. Untuk mengentalkan kesan tropis, juga bisa dengan lebih banyak menggunakan unsur hijau daun dan paduan antara berbagai macam dedaunan.

Ukuran besar-kecilnya rangkaian bunga juga memengaruhi keindahan sebuah ruangan. Ukuran rangkaian bunga dapat disesuaikan dengan luas area dan meja yang akan digunakan untuk menaruhnya. Untuk ruangan yang mungil, cukup menggunakan rangkaian yang tidak terlalu besar agar tetap serasi. Dari penentuan area juga akan memengaruhi bentuk rangkaiannya, apakah akan memanjang ke atas, bulat, atau mendatar.

Jangan lupa memperhatikan vas bunganya karena vas bunga juga memengaruhi tampilan bunga tersebut, apakah semakin cantik atau justru mengurangi nilai estetikanya. Ruang-ruang yang perlu ditambah nilai estetikanya dengan bunga di antaranya kamar tidur, ruang makan, kamar mandi, ruang tamu, dan ruang keluarga. Menurut Ajeng yang memiliki usaha florist, kamar tidur tidak memerlukan bunga yang terlalu ramai.

"Warna yang cocok untuk ruangan ini antara lain merah karena berkesan romantis atau putih karena berkesan lembut. Warna ungu yang menenangkan juga cocok diletakkan dalam kamar tidur karena di ruangan inilah Anda membutuhkan rasa rileks untuk beristirahat setelah seharian beraktivitas," papar Ajeng.

Sementara ruang makan dapat menggunakan warna-warna seperti kuning, contohnya bunga matahari. Warna bunga tersebut melambangkan keceriaan sehingga Anda dapat memasak atau makan bersama keluarga dengan nuansa yang ceria.

Untuk kamar mandi, bunga yang diperlukan antara lain lili putih dengan aksen buah berryatau buah-buahan mini lainnya. Selain itu, dapat pula ditambah dengan rangkaian lavender ungu. Rangkaian ini sangat pas untuk menciptakan suasana yang nyaman di kamar mandi, sehingga Anda merasa nyaman saat masuk ke kamar mandi. Apalagi kalau Anda memiliki bath tub untuk berendam.

Bunga memang indah dan cantik dipandang mata. Karena itu, kita harus tahu bagaimana cara memilih bunga yang baik untuk ditaruh sebagai hiasan di rumah. Bunga impor biasanya terlihat lebih "wow" dan beragam, baik dari segi jenis maupun bentuk. Namun, bukan berarti bunga lokal tidak memiliki kelebihan. Salah satu kelebihan yang dimiliki bunga lokal adalah keawetan dan ketahanannya terhadap iklim.
(sindo//tty)